SEJARAH DESA SAMPULUNGAN

                               SEJARAH DESA

Desa Sampulungan merupakan Desa pemekaran dari Desa Tamalate, dimana historis Desa sampulungan sudah ada sebelum Desa tamalate terbentuk. Karena pemerintahan di Desa Sampulungan sebelumnya dipimpin oleh Lo’mo Sampulungan pada saat itu lo’mo sampulungan dipimpin oleh Jaelani Daeng Ngitung, Hamja Daeng Gassing, dan Hasan Basri Daeng Pasolong kemudian  Lo’mo Sampulungan bergabung dengan gallarrang soreang  yang sebelumnya dipimpin oleh Sulaemana, Hasan Lulung, H. Nanggong Daeng Nguju, dan Patahuddin Daeng Lesang. 

Seiring dengan berjalannya waktu maka pada tahun 1966 dua unsur pemerintahan ini akhirnya memiliki satu konsep kesefahaman yang melahirkan sebuah kesepakatan bahwa unsur pemerintahan lo’mo sampulungan dan gallarrang soreang tersebut digabungkan menjadi satu sehingga lahirlah yang namanya Desa Sampulungan dan terbentuklah sebuah tatanan pemerintahan yang baru dari penggabungan tersebut.

Desa Tamalate pada saat terdiri atas empat dusun yaitu Soreang, Bonto Tangnga, Tamalate, dan Sampulungan Lompo. Kepala Desa  Tamalate pertama pada saat itu di pimpin oleh H. Rajab Daeng Sikki, dimana masa kepeminpinan tersebut bertahan sampai dua periode (1966-1982), setelah pemerintaha H. Rajab Daeng Sikki maka kemudian Syamsuddin Gassing menjadi Kepala Desa yang kedua pada tahun 1982, pada saat itu pemerintahan ini hanya bertahan selama dua tahun (1982-1984), dan pada setalah pemerintahan Syamsuddin gassing maka pemerintahan tersebut di pimpin oleh H.syamsuddin Daeng Beta pada tahun 1984-2002 dan sepanjang sejarah Desa Tamalate pemerintahan ini merupakan pemerintahan yang bertahan cukup lama karna bertahan sampai tiga periode yakni delapan belas tahun lamanya. Kemudian pada tahun 2002 Desa Tamalate dipimpin oleh M. Tahir Bostan selama satu periode (2002-2007).

Pada tahun 2007 sampai 2012 Desa Tamalate dipimpin oleh Supriadi, S.I.P., dimana pada saat pemerintahan ini terjadi pemekaran dusun dari empat dusun menjadi enam dusun yaitu dusun soreang, bonto tangnga, Sampulungan sampulungan caddi, sampulungan lompo dan sampulngan beru.

Dengan dinamika masyarakat, pada tahun 2011 beberapa elemen masyarakat menginginkan pemekaran Desa khususnya para Tokoh dari sampulungan yang menginginkan histori sampulungan kembali yaitu sampulungan harus menjadi Desa sendiri, padatanggal 19 Oktober tahun 2011 Sampulungan Resmi mekar dari Desa Tamalate dan menjadi Desa Sendiri   yaitu Desa Sampulungan yang kini Desa Sampulungan  menjadi salah satu Desa dari sepuluh  Desa yang ada di kecamatan galesong utara kabupaten takalar. pada tanggal 08 Januari 2012 terjadi pemilihan Kepala Desa Sampulungan yang dilaksanakan di Lapangan Lo’mo Ahmad Sampulungan yang di ikuti oleh empat calon yaitu Dra. Hj. Nurhaedah, Sabaruddin Sigollo, S.Pd., Saripuddi Beta, H. Saparuddin Tayang. Kemudian terpililah      Dra. Hj. Nurhaedah, pada tanggal 13 Januari 2012 dilakukan pelantikan oleh bapak bupati takalar DR. H. Ibrahim Rewa, MM. sebagai kepala Desa Sampulungan Pertama Periode 2012-2018.

Desa Sampulungan sebelumnya terdiri dari tiga Dusun yaitu sampulungan caddi, sampulungan lompo, dan sampulungan beru. Kemudian dengan persetujuan Badan Permusyawaran Desa Sampulungan dimekarkan menjadi empat dusun yakni dusun, Sampulungan, sampulungan caddi, sampulungan lompo, dan sampulungan beru.

 

                                                                                                            Narasumber

  1. Hasan Basri Daeng Pasolong
  2. Mahfani Daeng Gassing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s